haiiii gimana ceritanya? bagus gak? #plaakkk *ditabookalvz* *kitabelumbaca* ouppsss.. maaf yaa :D
OKE! sebelum baca, alangkah baiknya bila kalian tahu siapa saya(?) #OkeIniLebay
Nama saya, Brenda Fiona Hitipeuw.. terserah kalian mau manggil saya siapa *yapi jangan aneh2*
Saya lahir tahun 1997, tapi kelas XI.. itu karena efek kecepetan sekolah..
Ini cerbung saya, tapi ini masih prolognya..
HAPPY READING
Tuhan adalah hakim yang paling adil. Dia menciptakan kelebihan dan kekurangan pada semua insan. Itulah pernyataan yang menyebabkanku untuk tidak menyalahkan-Nya atas apa yang Ia berikan padaku. Kau tahu? Pada usia dimana manusia belum mampu mengenal angka bahkan huruf, aku harus tergolek lemah di bangunan berwarna putih pucat itu. Dan semenjak itulah, semua orang bertetoskop mulai memvonis usiaku. Ada yang tinggal 5 tahun, 10 tahun, 3 tahun, bahkan ada yang tinggal beberapa bulan saja. Ini memang menyakitkan, apalagi ditambah dengan siksaan ini. dimana hidung dan mulut ini harus mengeluarkan cairan pekat, dimana tangan ini tak bisa menggenggam, rambut ini hilang lenyap, dan sesuatu yang membuatku enggan untuk menuliskannya. Namun aku tak bisa menyalahkan-Nya, karena Dialah yang membuatku masih bertahan dengan oksigen yang diberikan-Nya padaku.
*****
Hidup disini, di benda menyebalkan ini sejak aku terlahir membuatku menjadi pribadi yang sensitif. Aku memang tak menderita penyakit parah, tapi ini mengesalkan! Aku ingin berlari mengejar impianku, bukan terdiam menunggu pertolongan orang lain. Tiap hari aku berusaha, dan disaat itu pula aku merasa kecewa. Mengapa harus aku? Mengapa nasib seperti ini tak kunjung meninggalkanku? Aku mau seperti mereka, aku mau dan aku iri pada mereka.
*****
Sejak duduk di bangku SMP, aku sudah mengenalnya. Dia memang bukanlah teman sekolahku, pula bukanlah teman sepermainanku. Dia datang dengan tiba-tiba, menebarkan pesona dari sosoknya yang sangatlah sederhana. Membuatku semakin tertarik dan ingin selalu mendekatinya bahkan terus bersamanya. Hal itu berlangsung cukup lama, hingga pada akhirnya saat yang ku idamkan terjadi setelah kelulusanku dari SMP. Aku menghampirinya yang sedang duduk membelakangiku didalam taman kesukaan kami, taman kota yang tak jauh dari sekolahnya. Disaat itu aku menggapai tangannya lalu berlutut dan menyatakan cinta yang sempat terpendam itu padanya. Tidak langsung menjawab, ia memilih untuk berpikir sejenak selama beberapa hari. Dan akhirnya aku diterima dan menjaadi kekasih resminya.
TO BE CONTINUED
udah.. segitu dulu yaaa.. part satunya gak tau kapan *hehehehe* soal couple urusan aku yaa :D
makasih ya udah mau baca cerita yang gak jelas, aneh, nyebelin ini :')
maaf yang kena tag,, aku ngetagnya ngasal..
buat next part, aku bakal tag yang komen aja..
kalo gak ada yang komen yaa gak aku tag *sedih ya*
salam kenal semuanyaaaaaaaaaaaaaa *peluk cium atu atu*
Nama saya, Brenda Fiona Hitipeuw.. terserah kalian mau manggil saya siapa *yapi jangan aneh2*
Saya lahir tahun 1997, tapi kelas XI.. itu karena efek kecepetan sekolah..
Ini cerbung saya, tapi ini masih prolognya..
HAPPY READING
Tuhan adalah hakim yang paling adil. Dia menciptakan kelebihan dan kekurangan pada semua insan. Itulah pernyataan yang menyebabkanku untuk tidak menyalahkan-Nya atas apa yang Ia berikan padaku. Kau tahu? Pada usia dimana manusia belum mampu mengenal angka bahkan huruf, aku harus tergolek lemah di bangunan berwarna putih pucat itu. Dan semenjak itulah, semua orang bertetoskop mulai memvonis usiaku. Ada yang tinggal 5 tahun, 10 tahun, 3 tahun, bahkan ada yang tinggal beberapa bulan saja. Ini memang menyakitkan, apalagi ditambah dengan siksaan ini. dimana hidung dan mulut ini harus mengeluarkan cairan pekat, dimana tangan ini tak bisa menggenggam, rambut ini hilang lenyap, dan sesuatu yang membuatku enggan untuk menuliskannya. Namun aku tak bisa menyalahkan-Nya, karena Dialah yang membuatku masih bertahan dengan oksigen yang diberikan-Nya padaku.
*****
Hidup disini, di benda menyebalkan ini sejak aku terlahir membuatku menjadi pribadi yang sensitif. Aku memang tak menderita penyakit parah, tapi ini mengesalkan! Aku ingin berlari mengejar impianku, bukan terdiam menunggu pertolongan orang lain. Tiap hari aku berusaha, dan disaat itu pula aku merasa kecewa. Mengapa harus aku? Mengapa nasib seperti ini tak kunjung meninggalkanku? Aku mau seperti mereka, aku mau dan aku iri pada mereka.
*****
Sejak duduk di bangku SMP, aku sudah mengenalnya. Dia memang bukanlah teman sekolahku, pula bukanlah teman sepermainanku. Dia datang dengan tiba-tiba, menebarkan pesona dari sosoknya yang sangatlah sederhana. Membuatku semakin tertarik dan ingin selalu mendekatinya bahkan terus bersamanya. Hal itu berlangsung cukup lama, hingga pada akhirnya saat yang ku idamkan terjadi setelah kelulusanku dari SMP. Aku menghampirinya yang sedang duduk membelakangiku didalam taman kesukaan kami, taman kota yang tak jauh dari sekolahnya. Disaat itu aku menggapai tangannya lalu berlutut dan menyatakan cinta yang sempat terpendam itu padanya. Tidak langsung menjawab, ia memilih untuk berpikir sejenak selama beberapa hari. Dan akhirnya aku diterima dan menjaadi kekasih resminya.
TO BE CONTINUED
udah.. segitu dulu yaaa.. part satunya gak tau kapan *hehehehe* soal couple urusan aku yaa :D
makasih ya udah mau baca cerita yang gak jelas, aneh, nyebelin ini :')
maaf yang kena tag,, aku ngetagnya ngasal..
buat next part, aku bakal tag yang komen aja..
kalo gak ada yang komen yaa gak aku tag *sedih ya*
salam kenal semuanyaaaaaaaaaaaaaa *peluk cium atu atu*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar