Rabu, 27 Desember 2017

Lentera Hati *Part 39*



"Gue putus sama Sivia", ucapnya pelan namun berhasil membuat ketiga orang yang ada di hadapannya membelalakan mata.

"Pu ... putus?", timpal Agni tak percaya. Air mata yang sedari tadi terus mengalir kini berhenti sesaat.

"Vin, lo yakin?", Cakka ikut tak percaya. Begitu juga Rio yang langsung mendekatinya.

Cowok itu mengangguk singkat, lalu membuang pandangannya. Jangankan mereka, dirinya sendiri pun sulit untuk mempercayai kenyataan bodoh yang tercipta.

Kamis, 07 Desember 2017

Lentera Hati *Part 38*

Suasana sepi dan tenang seketika sirnah, ketika suara lonceng berbunyi. Derapan langkah terdengar memburu, seakan mengejar waktu yang berharga.

"Elo udah pesen pizzanya?", tanya Cakka pada Rio yang ikut berlari di sebelahnya

"Ini abangnya udah otw ke rumah Alvin kok, nanti kita tinggal makan doang", sahut Rio sambil memperlihatkan ponselnya pada Cakka.

Sore ini mereka akan ke rumah Alvin. Setelah LDKS sebulan yang lalu, Alvin dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya semakin memburuk, dan harus mendapat perawatan yang insentif. Dia bahkan sempat tidak sadarkan diri selama sepuluh hari.

Tapi hari ini, Alvin akan kembali. Rio dan Cakka bahkan sudah membelikan makanan kesukaannya.

Minggu, 08 Oktober 2017

Lentera Hati *Part 37*

Duto menatap malas adegan romansa yang ada di hadapannya. Dia ingin bangkit berdiri, tapi kembali terjatuh karena bekas tonjokkan Cakka yang terasa dalam di perutnya. "Sini, biar gue bantu", ucap Shilla sambil menarik tangan Duto dan membuat cowok itu berdiri meski tidak tegak.

"Yuk, gue anter ke anak PMR", ajak Shilla sambil memapah tubuh mantan kekasih sahabatnya itu. Mereka berjalan meninggalkan aula, serta menyisakan Agni yang masih menangis dalam peluknya Cakka.

"Cukup, Ni", Cakka melepas dekapan itu dan menatap wajah Agni dengan penuh perhatian. Tidak seharusnya, cewek manis itu meminta maaf padanya. Ini semua salahnya. Wajah yang dulu selalu ceria itu berubah menjadi kusut tanpa semangat, ini semua salahnya.

"Alvin, dia ..."